Pernah lihat orang yang sedang menerbangkan merpati?. Di pedesaan apalagi, sering kita dapati pemandangan sekumpulan manusia yang sedang menerbangkan merpatinya masing-masing. Wushhhhh, merpati terbang di udara. Terbang lepas dari tangan-tangan pemiliknya.
Sebelum mengetahui esensi dari kegiatan tersebut, saya tak acuh. Saya kira itu kegiatan yang tak ada gunanya dan dilakukan hanya untuk kepuasan tersendiri bagi pemiliknya selaku penyuka merpati. Karena ya begitu-begitu saja, merpati terbang, pulang lagi, dilepaskan lagi, hinggap di tangan lagi, begitu saja terus-menerus.
Tapi ternyata salah, praduga saya salah.
Akhirnya saya tahu bahwa merpati diterbangkan bukan tanpa karena. Ternyata itulah cara untuk melatih insting merpati pulang ke asalnya.
Kalau diamati, merpati selalu terbang dan pulang tanpa tersesat. Katanya, menurut penelitian, merpati mampu terbang pada ketinggian 6.000 kaki atau lebih, dengan kecepatan terbang rata-rata 77,6 km/jam (ada juga yang mencapai 92,5 km/jam), tapi dia mampu kembali ke tempat asal dengan tepat. Kenapa?. Setelah dilakukan serangkaian penelitian oleh para ahli, ternyata burung merpati memiliki indera penciuman yang sangat tajam, sehingga dia dapat pulang lagi ke tempat asal yang baunya sudah melekat atau tidak asing bagi penciumannya. Selain itu, merpati juga mampu merasakan medan magnet bumi yang dimanfaatkannya untuk memandu kemana ia harus terbang dan kembali lagi. Jadi, sang pemilik merpati selalu melepaskan dan menyambutnya dengan tangan bertujuan agar insting merpati semakin kuat.
Merpati juga setia. Disaat menginjak usia dewasa, layaknya manusia, dia akan naksir merpati betina yang lalu didekatinya. Merpati dapat mengenal pasangannya masing-masing dengan tepat. Setelah mereka saling mencintai biasanya kedua merpati akan membuat sarang bersama-sama. Bahu-membahu membangun tempat tinggal untuk mereka bersama. Dan merpati jantan tidak akan berpindah pada merpati betina yang lain. Merpati jantan setia pada satu. Merpati tak kenal mendua. Mungkin ini alasan merpati dijadikan simbol kesetiaan.
Unik. Mari belajar dari burung merpati yang tahu kemana ia harus pulang. Yang tak bingung ketika mendapat perintah untuk mengirim surat dari sang majikan. Yang tak malas memanfaatkan anugerah Tuhan untuk meniti jalan kembali ke tempat tujuan. Yang tak sampai hati beralih pandangan ketika sudah bersama dengan pasangan. Sejati. Setia.

0 komentar:
Post a Comment