Friday, October 31, 2014

You Will Be


Mimpi,
Mimpi yang muncul tenggelam dalam irama nada kehidupan membuat raga dan hati tak henti mencari jatidiri.
Nyaris saja dia menghilang hanyut terbawa ombak yang tak kuasa ku genggam kuat.
Nyaris saja dia menghilang tergulung angin badai yang tak kuasa ku lawan, nyaris.
Bukanlah jarang diri ini merasa tak berarah tujuan, seolah berada dalam ruangan putih nan luas tanpa pintu, tak kutemukan titik terang kemanapun ku pergi.

Tetapi......


Tetapi....
Tuhan membangunkanku dan menyadarkanku dari tidur itu. Seolah Tuhan ingin melihat bukti, bukti bahwa mimpi tak terus menerus menjadi ilusi. Tiada daya dan upaya yang ku bisa lakukan selain dari-Nya. Dia disana, di satu titik puncak yang harus jatuh bangun aku menggapainya. "Ketika di tengah perjalanan kau merasa lemah, kenapa tak kau minta kekuatan pada yang Maha Kuat rin. Juga ketika hatimu merasa lelah, kenapa tak kau pinta pada Sang Maha Membolak-balikan Hati agar hatimu senantiasa ditentramkan". Mengalirlah terus, mengalirlah seperti air yang hendak bermuara. Pun dalam ketenangan dan kepasrahanya, air mampu melawan halangan dan menerobos celah yang menjadi hambatannya. Karena mimpi itu harus menjadi nyata, nyata dihadapan Semesta.



0 komentar:

Post a Comment